Oleh: centralmapinfo | Agustus 9, 2012

Cara Membuat Peta Versi Anda Sendiri Dengan Google Maps

Cara Membuat Peta Versi Anda Sendiri Dengan Google Maps

Ingin membuat peta online versi Anda sendiri? Manfaatkan fitur “My Maps” yang ada di Google Maps. Dengan fitur tersebut Anda dapat mengatur letak dan lokasi, menggambar garis untuk tanda jalannya atau membuat rute, dan menggambar bentuk di sekitar tempat yang pernah dilihat atau dikunjungi. Setelah Anda selesai mengedit, versi map Anda sendiri bisa disimpan ke dalam akun Google Anda. Peta dapat dibuat agar dapat dilihat oleh orang banyak atau hanya untuk pribadi. Anda dapat memilih peta dan mengedit setiap saat untuk menambah lebih banyak landmark/tanda pada suatu tempat

Caranya :

  1. Membuat%20Map%20dengan%20Google%20Maps Cara Membuat Peta Versi Anda Sendiri Dengan Google MapsBuka browser lalu buka situs Google Maps. Masuk ke akun Google Anda. Klik “My Places” dan klik tombol “Create Map“.
  2. Masukkan judul dan deskripsi petanya. Klik tombol radio di samping kata “Public” atau “Unlisted“. Klik tombol “Save” untuk menyimpan.
  3. Klik ikon “Placemark” di bagian atas layar. Fitur ini akan menandai lokasi pilihan Anda dengan gambar ikon. Ketikkan “Judul” dan “Deskripsi” untuk tempat yang barusan Anda tandai. Klik ikon “Placemark” untuk mengubah warna atau bentuk ikonnya. Lalu klik tombol “OK“.
  4. Klik ikon “Line“. Klik pada peta sebagai titik awalnya lalu klik di sepanjang jalan atau landmark. Double-klik sebagai titik terkahirnya. Ketikkan “Judul” dan “Deskripsi” untuk jalan tersebut dan pilih gambar ikonnya.
  5. Klik ikon “Shape“. Klik pada peta lalu gunakan mouse anda untuk menggambar bentuk. Klik dua kali untuk mengakhiri bentuk. Ketikkan “Judul” dan “Deskripsi” untuk bentuk dan pilih gambar ikonnya.
  6. Klik pada tempat yang Anda tandai sampai kotak “Judul” muncul. Klik “Rich Text” dan klik ikon “Foto“. Ketikkan URL gambar dan klik “OK“.
  7. Klik “Satelit” untuk melihat peta dalam tampilan satelit.
  8. Klik tombol “Done” untuk menyelesaikan pengeditan peta.

Selamat mencoba & semoga bermanfaat icon wink Cara Membuat Peta Versi Anda Sendiri Dengan Google Maps

Oleh: centralmapinfo | Juli 21, 2012

CARA BUDIDAYA POHON JABON

CARA BUDIDAYA POHON JABON

oleh: centralmapinfo.wordpress.com

Gambar

Pola Hutan Rakyat umumnya menggunakan jarak tanam 2 x 2,5 m. Namun hasil pertumbuhan dan perkembangan diameternya tidak begitu cepat dan maksimal, cara ini biasanya digunakan masyarakat dengan membiarkan tumbuh liar dengan sendirinya ibarat hutan. Perkebunan pada umumnya menggunakan jarak tanam yang direkomendasikan yaitu 4 x 5 m. Jarak tersebut dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan diameter batangnya, sebab radius lingkaran bayangan kebawah batang atas pohon adalah wilayah penyerapan unsur-unsur hara ditanah oleh akar pohon (definite growth). Jadi jarak 4 x 5 m adalah jarak tanam yang paling baik bagi pertumbuhan pohon jabon, tetapi bisa juga menggunakan jarak 4 x 4 m tergantung kondisi lahan. Jabon dapat hidup pada tanah Alluvial lembab (pinggir sungai), tanah liat, tanah lempung, podsolik coklat, podsolik merah kuning (PMK), tanah daerah yang ada pasang surut, iklim basah dan tropis. Cara Tanam : Buat lubang tanam dengan Lebar x Panjang x Dalam (40x40x40) cm. Lalu masukan Kompos+NPK 2,5 gr (campur) sebagai pupuk dasar diendapkan dilubang setinggi 30 cm (dapat langsung tanam/3-7 hr kemudian baru tanam), kemudian masukkan bibit yang polibagnya sudah dibuka/disobek kedalam lubang, dudukan bibit yang benar/rata lalu isi tanah kompos sebagai penutup akar dengan tanah setinggi 20 cm (jangan diterlalu dipadatkan), hingga tersisa lubang 10 cm sebagai kantong air. Perawatan : Semprot pestisida secara aktif per 1 atau 2 minggu sekali selama 3-4 bulan tergantung keadaan gangguan, agar daun tidak dimakan ulat. Setelah daun cukup banyak fungisida sudah tidak perlu disemprotkan lagi, sebab daun tidak akan habis dimakan ulat karena daun sudah banyak. Pemupukan : Untuk pertumbuhan, pemupukan dapat dilakukan minimal cukup sampai usia 3 tahun karena usia 3 tahun keatas sumber makanan dan unsur hara dari serasah sudah terdekomposisi secara alami selama 1-3 tahun. Periode pemupukan 1-2 kali/setahun, tetapi jika ada kemampuan lebih baik pemupukan sampai batas usia mendekati usia panen yaitu 5 sampai 6 tahun, agar hasil lebih maksimal. • Awal tanam – 1 Tahun : NPK 1 sendok makan (tabur jgn kena/menumpuk pada batang pangkal) • 1 Tahun – 2 Tahun : Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 5 kilo + NPK 2,5 Ons • 2 Tahun – 3 Tahun : Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 10 kilo + NPK 7,5 Ons Dapat juga hanya dengan kompos : • 1 Tahun-2 Tahun : Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 20 Kilo • 2 Tahun- 3 Tahun : Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 20 kilo Kompos sangat penting peranannya, kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang berperan sebagai absorbent yang dapat menyimpan mineral & unsur hara dan memperlancar pertukaran kation di dalam tanah. Tanpa kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang tanah semakin lama semakin jenuh, jika tanah jenuh pemberian pupuk menjadi sia-sia dikarenakan tanah jenuh tidak dapat lagi mengikat mineral sehingga pupuk yang diberikan tidak dapat mengurai kedalam tanah dan akan menguap atau tercuci, kompos memperbaharui kondisi tanah dan menjadikan tanah di sekitar pangkal pohon/akar menjadi lembab dan subur. Dengan kompos pupuk yang diberikan dapat mengurai dengan baik sehingga akar menjadi mudah menyerap unsur hara tersebut. Catatan tambahan bahwa pupuk kandang yang belum matang tidak baik digunakan untuk pemupukan karena masih panas, pupuk kandang yang sudah matang ditunjukkan dari tidak berbau kotoran, tetapi berbau humus(tanah) dan tidak panas. Perawatan kebersihan disekitar pohon sangat penting agar sumber makanan akar tidak terganggu dan dapat maksimal diserap akar pohon, minimal perawatan sampai usia 1 tahunan. Sampah serasah di kumpulkan menjadi ring keliling Pohon dengan radius jarak 50 cm, agar serasah cepat terdekomposisi bermanfaat menjadi hara.

GambarGambar

Oleh: centralmapinfo | Juli 21, 2012

Tutorial Google Sketch Up

Tutorial Google Sketch Up

Posted by centralmapinfo.wordpress.com on juni 21, 2012

Model 3D Rumah Project I sudah hampir selesai. Seperti halnya dengan pembangunan rumah, model yang kita buat ini tinggal membutuhkan sedikit finishing berupa pemberian material seperti cat, keramik, genteng dan pembuatan lanskap.

Langkah yang akan kita lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Menyembunyikan garis-garis batas yang tidak perlu.
  2. Memberi motif kayu pada kusen, daun pintu dan jendela.
  3. Memasang keramik teras dan batu alam pada fasad.
  4. Memasang keramik kamar mandi dan cat kamar mandi
  5. Memasang genteng, lisplang pinggir dan nok.
  6. Memasang keramik lantai tengah, teras belakang dan cat dinding
  7. Menyiapkan landscaping dengan membuat pagar depan, menanam rumput  dan memasang konblok carport.

Dalam Sketchup tidak semua objek perlu dibuat sebagai 3D-Model. Kita biasanya tidak membuat sebuah genteng menjadi sebuah komponen karena akan membebani prosesor karena jumlahnya akan banyak. Sebagai gantinya, cukup dipakai material dengan pola dan warna seperti genteng sehingga dari kejauhan terlihat seperti susunan genteng. Demikian juga dengan bentuk lain seperti ubin, rumput dan sebagainya.

Kita akan mengaplikasikan material ini kepada beberapa object. Untuk dinding lainnya, cukup diberi warna polos sebagaimana lazimnya dinding yang di cat. Selain material konblok carport, material yang dipakai adalah yang sudah tersedia di SketchUp. Sebagian material memerlukan editing agar sesuai dengan yang diinginkan.

Aplikasi material dilakukan melalui window Material. Dalam material ini bisa dikelompokan sebagai:

  1. Warna: Colors dan Color Named, tidak ada perbedaan khusus diantara kedua ini cuma yang satu diberi nama.
  2. Texture: Material yang memiliki corak sesuai dengan kelompoknya seperti corak ubin, kayu, air dan sebagainya.

Menyembunyikan Object  diluar Group yang Sedang di Edit

Pada saat kita sedang masuk kedalam sebuah group, objek-objek diluar group/komponen masih terlihat tetapi dengan tampilan yang lebih redup.

TerasSebelumnya kita pernah melakukan Hide pada group genteng karena keberadaannya menghalangi pembuatan sopi-sopi dan plafon. Cara yang lain adalah pemakaian Layer dan Scene. Tapi ini baru akan dibahas pada Project II. Alternatif lain untuk tidak memperlihatkan objek diluar group/komponen yang sedang kita edit dengan menu View -> Component Edit -> Hide Rest Of Model. Untuk mengembalikannya, dipakai menu yang sama.

Menyembunyikan beberapa garis pembatas

TerasAda beberapa bidang yang seharusnya tampak menyatu, tapi karena dibuat dalam group terpisah.muncul garis pemisah diantaranya. Untuk dapat terlihat wajar, maka garis-garis tersebut perlu disembunyikan sehingga terlihat seperti satu bidang.

Gambar disamping menunjukan garis-garis yang seharusnya tidak ada karena bidang itu seharusnya tampak menyatu. Demikian juga dengan bidang dinding sebelah barat. Garis antara dinding luar kamar dan sopi-sopi seharusnya tidak ada.

Kita tidak dapat menghapus garis-garis itu karena akan menyebabkan bidang terkait akan hilang. Kita hanya perlu menyembunyikannya sehingga tidak terihat. Untuk menyembunyikan garis, kita harus masuk kedalam group sampai garis tersebut dapat terpilih secara individual dan memakai kombinasi EraseToolRecttool dan [Shift] Key.

StepDetil
Terasa
 Animasi menyembunyikan garis-garis batas yang tidak perlu.

Pemberian Motif kayu pada Jendela dan Pintu

Teras

Material kayu yang dipakai adalah Wood_Cherry_Original yang ada di folder Wood. Kita akan memberi motif kayu ini pada seluruh bagian kayu pintu, kusen dan daun pintu, untuk itu kita bisa mengaplikasikan motif kayu ini langsung kepada komponennya.

Untuk mengaplikasikan suatu material, kita harus memunculkan Meterials window. dengan cara mengklik Paint bucketToolRecttool yang ada di toolbar Principal. Pada Window ini, material di kelompokan sesuai dengan jenisnya, misalnya: woods, tile, dsb. Kelompok ini pada dasarnya adalah seperangkat folder yang defaultnya ada di folder dimana Sketchup di install. Pilih folder yang menunjukan kelompok material dan klik pada material yang kita inginkan. Material sudah siap diaplikasikan setelah cursor berubah menjadiToolRect.

StepDetil
Terasa
 Animasi Pemberian Material Kayu Pada Jendela/Pintu

Memasang Keramik Lantai Teras dan Batu Alam Fasad

TerasPada lantai teras dipasang keramik dengan material Tile_Limestone_Multi yang ada di folder Tile. Untuk bagian tiang teras yang berbentuk gerbang tersebut akan kita pasang batu alam Stone_Masonry_Multi yang terdapat di folder Stone. Hasil akhirnya seperti gambar disamping.
Untuk bagian dak dan sisi lantai kita tidak memberikan warna, cukup dengan default material seperti semula.

Walaupun warnanya batu alam telah sesuai. ukurannya masih terlihat terlalu besar sehingga perlu diperkecil. Untuk itu kita, setelah material ini di aplikasikan, kita akan mengedit ukuran batu itu melalui tab Edit yang ada Window Material.

StepDetil
Terasa
 Animasi Pemberian Material Teras

Material Genteng, Lisplang dan Nok

TerasMaterial Genteng, Lisplank dan Nok memakai material yang sama yaitu Roofing_Tile_Spanish yang ada di folder Roofing.

Secara ukuran, material ini masih memerlukan sedikit penyesuaian. Tetapi selain itu, kita juga memerlukan material ini dengan pola horizontal untuk keperluan material lisplang samping. Untuk itu kita akan membuat material baru berdasarkan material Roofing_Tile_Spanish dengan pola horizontal.

Pembuatan material baru ini akan memakai bantuan image editor yang ada di Window untuk memutar texture sebanyak 90°. Sehingga nanti kita akan memiliki dua motif genteng spanish ini, vertikal dan horizontal.

StepDetil
Terasa
 Animasi Material Genteng.

Memasang Keramik dan Mengecat Kamar Mandi

TraditionalBath Seluruh lantai kamar mandi dipasang keramik seperti gambar disamping. Untuk menghindari kelembaban, sebagian dinding dipasang keramik yang sama dengan keramik lantai dengan tinggi 140 cm. Dinding bagian atas deberi cat dengan warna yang sama dengan bak air dan kloset jongkok.

Material keramik yang akan dipakai adalah Tile_Navy yang ada folder Tile. Asli warna dasar keramik warna biru tua, kita akan merubahnya menjadi warna coklat muda seperti warna dinding.

Pertama kita akan memberi warna dinding, bak dan kloset jongkok dengan warna Color_D04 kemudian kita akan mencocokan warna keramik dengan warna cat dinding tersebut.

StepDetil
Terasa
 Animasi Pemasangan Keramik dan Cat Dinding Kamar Mandi.

Memasang Keramik Ruang Dalam , Teras dan Mengecat Dinding

Untuk kesederhanaan, semua dinding – interior maupun eksterior – saya beri warna Color_E05 yanga ada di folder Color. Lantai ruang tengah dan kamar-kamar saya pasang keramik ukuran 33×33 cm dengan warna yang sesuai. Lantai teras belakang memakai keramik yang sama dengan lantai teras belakang

Dalam SketchUp sudah tersedia keramik Tile_Ceramic_Natural yang bisa dipakai. Namun baik ukuran maupun warnanya masih perlu diedit agar sesuaikan dengan ukuran yang kita inginkan dan warna dinding yang telah kita pilih.

Saya tidak menampilan langkah-langkah maupun animasi untuk menjalankan sisi ini karena prosesnya sama dengan tahap-tahap seperti diatas. Silahkan berexperimen dengan warna cat dan ukuran keramik sambil menerapkan ilmu yang anda sudah pelajari.

Menyelesaikan Pekarangan Depan dan Belakang.

TerasPada tahap ini kita akan membuat lanskap sederhana dengan hanya menanam rumput di pekarangan depan dan belakang serta memasang konblok untuk lantai carport. Pada bagian depan, kita akan menambahkan pagar kayu dengan tiang bata setinggi 60 cm dari permukaan rumput.

Untuk material rumput, kita akan memakai material Vegetation_Grass1 yang ada di folder Vegetation.  Material tiang pagar memakai batu alam yang sama dengan tiang teras. Texture pagar memakai material motif kayu yang ada di folder Fencing.  Material konblok untuk lantai carport belum ada di SketchUp. Kita akan membuat sendiri material ini dan menyimpannya dalam folder material sehingga bisa dipakai setiap saat.

Menyiapkan Material Konblok

TerasMaterial dalam Sketchup pada dasarnya adalah file image kecil yang ditempelkan ke suatu bidang sehingga semua permukaan bidang tertutup oleh banyak image-image kecil tersebut. Supaya terlihat halus, sisi-sisi  image tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga apabila ditempelkan akan terlihat menyambung tanpa batas.

Material konblok yang akan dipakai adalah image seperti disamping. Kalau diperhatikan sisi kanan gambar adalah awal sisi kiri dan sisi atas gambar adalah awal sisi bawah. Untuk membuat material juga dipakai Window Material dengan memencet tombol CreateToolRectMaterial..

StepDetil
Menyelesaikan Pekarangan Depan

TerasPada projek ini, bentuk pekarangan depan dan belakang masih sangat sederhana. Permukaan bidang rumput masih belum memiliki contour sebagaimana lazimnya bentuk taman. Untuk kesederhanaan, kita juga tidak akan menambahkan pohon-pohon atau objek lain yang lazim ada di suatu desain lanskap.

Pertama kita akan menyiapkan dulu bentuk dasar carport, pagar depan dan halaman rumput dengan memakai tool-tool seperti LineToolLinetool dan Push/PullToolPushtool.
Dimensi pagar adalah seperti gambar disamping. Agar bentuk permukaan yang akan ditanam rumput tidak terlau terlihat seperti kotak, kita akan menghaluskan beberapa sisinya sehingga lebih terlihat alamiah seperti bidang rumput.

StepDetil
Terasa
 Animasi Pembuatan Pekarangan Depan.

Mission Accomplished ….

No Topik Belajar
1 Menyembunyikan object-object yang berada diluar Group/Komponen yang sedang kita edit dengan menu Hide Rest Of Model.
2 Menyembunyikan garis ini dengan Erase Tool dan [Shift] Key sehingga bidang-bidang yang terpisah bisa terlihat seperti menyatu.
3 Mengaplikasikan material/texture dan warna memakai Paint bucket tool.
4 Merubah warna dan ukuran material yang ada dengan melalui tab edit yang ada di Window Material.
5 Membuat material baru berdasarkan material yang ada dengan merubah arah vertikal/horizontal.
6 Membuat material baru dari image file dan menyimpannya sebagai material Sketchup.
7 Menghaluskan sudut-sudut dengan memakai Eraser Tool dan [Control] key.
8 Mengkopy material dari material yang sudah diaplikasikan pada object yang lain dengan memakai Sample paint tool.

Congratulation

TerasSaat ini semua pekerjan pembuatan model 3-Dimensi rumah Proyek 1 telah selesai. Dengan ilmu yang anda sudah miliki, sebetulnya anda sudah bisa membuat rumah berapa lantai pun karena tool dan teknik yang dipakai pada prinsipnya sama.

Anda mulai bisa berexperimen dengan komponen- komponen interior dan exterior yang bisa di cari di Google 3-D Warehouse.

Pada Proyek II kita akan menerapkan beberapa teknik baru dan tata cara pengorganisain model supaya lebih mudah diedit dan dilihat. Nanti juga kira akan memakai Quickies-Tangga dan menerapkan teknik lebih lanjut dalam membuat komponen dan taman.

Setelah menyelesaikan Chapter ini, sekarang waktunya anda membuat model 3-Dimensi dari rumah anda sendiri. Kalau ada kesulitan, silahkan buat comment di chapter yang terkait. Kalau pertanyaan anda juga berguna bagi yang lain, saya akan tambahkan menjadi bagian dari pembahasan.

Sumber : http://sketchuptutor.blogspot.com/2010/01/pekerjaan-finishing.html

Oleh: centralmapinfo | Juli 20, 2012

JENIS PERALATAN DAN PENGUNAAN ALAT UKUR

PERALATAN DAN PENGGUNAAN ALAT UKUR DALAM PEMETAAN

1. ALAT TOTAL STATION
A .Penggunaan alat ukur
i.   Ukuran Trabas Kawalan
ii.  Ukuran Titik Kawal Bumi
iii. Ukuran Titik Pangkal
iv. Ukuran Sempadan negeri dan antarabangsa
B. Kalibrasi alat ukur
i.   Ujian EDM dilakukan setiap 6 bulan sekali
Kejituan : 10mm
ii.  Differential Field Test
Perbezaan tidak melebihi 10mm
iii. Semakan Harian
Perbezaan tidak melebihi 10mm
C. Kejituan alat ukur
i.    Tikaian lurus kelas pertama
1 : 8000 @ 1 : 4000
ii.   Tikaian bearing
10″ setiap stesen dengan perbezaan terkumpul 01′ 15″ semasa menutup bearing
iii. Tikaian bearing dan sudut
cerapan bearing dan sudut 10″ terhampir
iv. Tikaian jarak
cerapan jarak 0.001 meter
D. Selisih Alat EDM

i.    Selisih Skala

ii.   Selisih Putaran

iii.  Selisih Sifar
E.  Kaedah Kalibrasi Alat EDM

a.   Kalibrasi
i.   Ujian alat EDM dijalankan di tapak ujian EDM yang telah diukur dengan
kejituan yang tinggi
ii.  Ujian EDM dijalankan setiap 6 bulan sekali
iii. Alat EDM didirisiap diatas pillar nombor 1 dan pengukuran jarak dibuat kepada
reflector yang dipasang di pillar nombor 2 hingga pillar nombor 10
iv. Alat EDM didirisiap diatas pillar nombor 2 dan pengukuran jarak dibuat
kepada reflector yang dipasang di pillar nombor 3 hingga pillar nombor 10
v.  Hasil kalibrasi hendaklah dicatatkan dalam borang KPU 143 dan perbandingan
hendaklah dibuat diantara jarak yang diukur dengan jarak seperti asal.
vi. Perbezaan selisih yang dibenarkan tidak melebihi 10 mm

b.   Differential Field Test
i.   Ujian Differential Field Test hendaklah dijalankan sebelum sesuatu kerja
dimulakan.
ii.  Ujian dijalankan di kawasan tanah rata.
iii. Dirikan stesen di A dan B dengan jarak tidak kurang daripada 50 meter.
iv. Pasangkan Alat EDM di stesen A dan reflector di stesen B
v. Ukur jarak A dan B
vi. Dirikan stesen di C lebih kurang pertengahan diantara stesen A dan stesen B
vii. Alihkan alat EDM ke stesen C dan pasang satu lagi reflector distesen A
viii. Ukur jarak stesen CA dan stesen CB
x. Bandingkan jarak AB dengan jumlah jarak CA + CB
xi. Perbezaan selisih yang dibenarkan tidak melebihi 10 mm

c.   Semakan Harian
i.   Semakan Harian perlu dijalankan pada setiap hari kerja sebelum meneruskan
pengukuran .
ii.   Pengukuran hendaklah dijalankan dengan mengukur semula jarak garisan terakhir
yang diukur pada hari sebelumnya,pengukuran ini dianggap sebagai ujian alat sahaja.
iii. Perbezaan diantara kedua-dua ukuran tidak melebihi 10mm.

2. ALAT ARAS

A. Jenis Alat Aras
a. Alat aras automatik ( NA 3000)
b. Alat aras optik
c. Alat aras dempok
d. Alat aras jongkit

B. Penggunaan alat ukur
a. Kerja – kerja kejuruteraan
b. Kerja – kerja pemetaan
C. Jenis Kerja
a. Ukuran Aras Jitu
b. Ukuran Aras Kelas Kedua
D. Kalibrasi Alat
i. Ujian Two Peg Test setiap 3 bulan sekali
ii. Selisih piawai alat tidak melebihi 0.3 mm
iii.Kalibrasi Setaf Bar code setiap 6 bulan sekali
iv..Selisih yang dibenarkan 2mm

E. Kejituan Alat
a. Ukuran aras jitu 0.003 \ K
b. Ukuran aras kelas kedua 0.012 \ Km
F.Kaedah Kalibrasi Alat Aras

a. Ujian Two Peg Test
i.Ujian Two Peg Test hendaklah dijalankan sebelum sesuatu kerja dimulakan.
ii.Ujian dijalankan di kawasan tanah rata.
iii. Ujian Two Peg Test dijalankan setiap 3 bulan sekali
iv.Dirikan stesen di A dan B dengan jarak tidak kurang daripada 60 meter.
v. Pasangkan Alat Aras di tengah – tengah di stesen A dan stesen B lebih kurang
30 meter
vi. Dirikan setaf di stesen A dan stesen B
vii.Ukur jarak A dan B
viii.Alihkan alat Aras ke belakang stesen B dengan jarak 6 meter dan ukur jarak
di stesen B dan stesen A .
x. Bandingkan antara kedua – dua jarak tersebut.
xi. Perbezaan selisih yang dibenarkan tidak melebihi 0.003 mm

3. ALAT KOMPAS PRISMATIK
a. Berasaskan prinsip magnet
b. Bacaan berpandu utara magnet
c. Ukuran jarak menggunakan pita ukur
A. Penggunaan Alat Ukur
a. Ukuran Tinjauan
b. Pemetaaan Kawasan Kecil
c. Ukuran kejituan rendah ( trabas kasar )
d. Tentera
B. Kalibrasi Alat
Ujian Pc dilakukan setiap 3 bulan sekali

C. Kejituan
0.003 mm perbezaaan utara benar dan utara magnet

F.Kaedah Kalibrasi Alat Kompas Prismatik

a. Ujian Kompas Prismatik
i. Ujian Kompas Prismatik hendaklah dijalankan sebelum sesuatu kerja dimulakan.
ii. Ujian dijalankan di kawasan tanah rata.
iii. Ujian Kompas Prismatik dijalankan setiap 3 bulan sekali
v. Didirikan alat Prismatik Kompas di tengah kawasan segiempat.
vi. Didirikan Pole pada empat penjuru dimana piket ditanam untuk memudahkan
pencerap menenang piket tersebut.
vii. Alat Prismatik Kompas dihalakan kearah piket yang ditanda sebagai piket
A,B,C dan D.Bacaan bering dicerap disetiap piket sebanyak empat ( 4 ) kali
secara bergilir -gilir mengikut turutan.
viii.Setelah selesai diambil bacaan pada ke empat -empat stesen tersebut, puratakan
bacaan dan bandingkan dengan bacaan bering sebenar yang telah ditentukan.
xi.Perbezaan selisih yang dibenarkan tidak melebihi 0.003 mm dan ianya
merupakan perbezaan antara utara benar dan utara magnet.

4. ALAT GPS
A. Jenis Alat GPS
a. Trimbel 4000SSE
b. Trimbel 4000SSI
c. Trimbel 5700 siri
d. Topcon GB 1000
B. Penggunaan Alat Ukur
a. Kerja Pemetaaan
b. Kerja Kejuruteran
c. Pertahanan Negara
d. Penentududukan Geodetik Sejagat
e. Pelayaran
C. Kalibrasi Alat GPS
a. EDM Baseline Test
b. Zero Baseline Test
c. Network Test
D. Kejituan
a.EDM Baseline Test – 10mm
b.Zero Baseline Test – 3mm
c.Network Test – 10mm harizontal
20mm vertical
E.Kaedah Kalibrasi Alat GPS

i. Zero Baseline Test
• Di jalankan sebelum sebarang ukuran bermula
• Di jalankan untuk memastikan semua peralatan GPS serta perisian berfungsi dengan baik .
• Cable spliter digunakan untuk sambung 2 penerima ke 1 antena.
• Sky visibility lokasi ujian mesti lebih 90 %
• Jangka masa ujian sekurang- kurangnya 10 min dengan 15 sec recording interval.
• Jejak sekurang-kurangnya 5 satelit dengan bacaan GDOP kurang dari 6.
• Cut-off 15′ semasa pemprosesan garis asas.
• Perbezaan jarak slope dikira antara 2 penerima mesti kurang dari 3 mm.
• Ujian hendaklah dibuat bagi kedua- dua antena.
ii. EDM Baseline Test
• Di jalankan setiap 6 bulan
• Di jalankan untuk memastikan semua peralatan GPS serta perisian berfungsi dengan baik .
• Ujian di jalankan pada tapak EDM Test Base yang telah dibuat kalibrasi menggunakan alat EDM yang berkejituan tinggi.
• Pilar Test Base mesti mempunyai Sky visibility lokasi ujian mesti lebih 90 %
• Ujian ini akan menentukan kejituan penerima GPS serta mengesahkan keupayaan perisian pemprosesan.
• Ujian atas pilar yang mempunyai beza jarak diantara 20 – 1000m
• Alat GPS didirisiap diatas pillar nombor 1 sebagai Base dan Alat GPS didirisiap di atas pillar 2 hingga pillar 6 sebagai Rover dan cerapan dijalankan selama 15 minit setiap sesi .
• Penerima GPS mesti digunakan dengan antena serta kabel yang sama .
• Tempoh ujian sekurang -kurangnya 10 min setiap sessi cerapan.
• Jejak sekurang-kurangnya 5 satelit dengan bacaan GDOP kurang dari 6.
• Cut-off 15′ semasa pemprosesan garis asas.
• Perbezaan jarak slope dikira antara 2 penerima mesti kurang dari 10 mm.

iii. GPS Network Test
• Di jalankan setiap tahun atau perisian pemprosesan dinaiktaraf.
• Optical plummet perlu diuji beserta dengan Zero Baseline Test sebelum menjalnkan GPS Network Test.
• Dijalankan untuk memastikan peralatan GPS berfungsi baik untuk menghasilkan koordinat relatif yang tepat.
• Ujian mesti dibuat atas minima 3 stesen jaringan geodetik GPS sedia ada.
• Boleh dibuat dalam beberapa sessi dengan lebih dari 1 alat
• Stesen jaringan mesti ada sky visibility lebih 90%
• Ujian menggunakan kaedah Static lebih 2 jam sessi cerapan.
• Jejak sekurang-kurangnya 5 satelit dengan bacaan GDOP kurang dari 6.
• Cut-off 15′ semasa pemprosesan garis asas.
• Pelarasan jaringan Minimally Constrained dibuat menggunakan garis asas yang telah dihitung dalam datum WGS 84.
• Hasil koordinat akhir hendaklah dalam sistem koordinat tempatan
• Allowable discrepancy
• < 10mm horizontal
• < 20mm vertical
• < 5 + 2L mm ( L = jarak baseline dalam km )

Sulitnya memperoleh data ketinggian (elevasi) pada skala besar, dikarenakan peta-peta kontur pada suatu kawasan belum dibuat atau tidak dimiliki sedangkan perencanaan tetap harus berjalan tanpa harus menunggu semua keperluan tersebut tersedia, karena kendala waktu. Pada perencanan kota data-data ketinggian lahan (elevasi) digunakan untuk membuat rencana drainase, dan prediksi terjadinya genangan pada kawasan perkotaan.

Rumusan Masalah
Bagaimana memperoleh data ketinggian lahan (elevasi) dengan cepat dan tepat pada skala besar untuk kebutuhan perencanaan?

Alat dan Bahan yang digunakan
a) PC Intel(R) Core (TM)2 Duo, E4600 @ 2.4 Ghz
b) GPSMap 76Csx
c) Software Mapsource v 6.14.1
d) Google Earth
e) Global Mapper v10
f) Microsoft Office Excel 2007

Tinjauan Pustaka

  1. Mengukur Ketinggian Lahan
    Umumnya standar ukuran ketinggian menggunakan rata-rata permukaan air laut (MSL/ Mean Sea Level). Seperti, ketinggian Gunung Everest adalah 8.850m diatas permukaan air laut (MSL) (Sumber: GPS Measurement Protocol, 2002).
  2. Datum Vertikal
    Adalah suatu permukaan yang dianggap memiliki ketinggian 0 meter dan dipakai rujukan untuk mengukur ketinggian (elevation) yang disebut sebagai Datum Vertikal (Vertical Datum). Kemudian secara tradisional, para ahli lapangan dan pembuat peta mencoba menyederhanakan dengan mendefinisikan permukaan rata-rata air laut adalah 0 meter, karena permukaan air laut (MSL) terbentang di seluruh pelosok dunia (Sumber: A National Imagery and Mapping Agency publication, 1996).
  3. Jenis Model Permukaan
    Terdapat 3 jenis model permukaan di bumi ini: Geoid, Ellipsoid,dan Topographic surface. Geoid adalah pendekatan bentuk fisis permukaan bumi yang dimodelkan secara matematis dan sangat kompleks. Untuk kegunaan praktis geoid dianggap berimpit dengan permukaan air laut rata-rata (MSL) sehingga dianggap memiliki ketinggian 0 m. Ellipsoid adalah suatu bentuk pendekatan model bumi yang dipakai untuk memudahkan baik perhitungan maupun penunjukkan suatu titik di bumi dengan besaran matematika. Topographic surface/ Earth’s Surface adalah yang terlihat secara fisik sebagai permukaan bumi (gambar-1). Kedudukan dan perbedaan ketinggan ketiga model permukaan tersebut adalah sebagai berikut (gambar-2):

Sumber: GPS Measurement Protocol, 2002 dan A National Imagery and Mapping Agency publication, 1996

  • Mengukur model permukaan pada gambar-2 adalah sebagai berikut:
    – Ketinggian permukaan rata-rata air laut (MSL), adalah diukur orthometric secara kasar diatas Geoid (H),
    – Ketinggian Geoid (N), diukur terpisah diantara Geoid dan Ellipsoid dalam besaran minus atau plus,
    – Ketinggian Ellipsoid (h= N+H), adalah jarak diatas atau dibawah ellipsoid dalam besaran plus atau minus. Ketinggian Ellipsoid bisa dikenal juga sebagai Ketinggian Geodetic.

Kawasan Studi Terpilih
Lokasi kawasan memiliki luasan tidak terlalu besar (± 1 Km²), terletak pada L 74’48.46’’ S dan B 11242’21.60’’ T sampai L 75’53.12’’ S dan 11253,33” E, Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. (gambar-3)

GCP-kuning

Gambar-3. Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan

Pembahasan
Pengukuran ketinggian
Pada rekaman GPS yang dilakukan di lokasi dimaksud selama survey data yang berekstensi .gdb di pindahkan untuk diolah di PC menggunakan MapSource. Ketinggian dari permukaan rata-rata air laut (MSL) pada lokasi pengamatan sejauh 1.9 Km, menunjukkan posisi tertinggi (35.2 MSL) pada jarak 907m dari GCP1 (lihat gambar-4), setelahnya terjadi penurunan permukaan hingga 5m (30.4 MSL) pada jarak 1.84km dari GCP1 (lihat gambar-5).

elevasi-1

Gambar-4. Tinggi permukaan dimulai dari GCP1 ke titik tertinggi

elevasi-2

Gambar-5. Dari titik tertinggi ke GCP-3 (Sumber: GPSMAP76Csx)

Dengan kondisi fisik permukaan tersebut kemungkinan terjadinya genangan terjadi pada (lihat gambar-6).

elevasi-3

Penutup
Kesimpulan.
>> Untuk perencanaan kota pemanfaatan ketinggian permukaan lahan cukup valid (error < 10m) dan akan dapat diketahui dengan cepat dengan menggunakan alat bantu GPS, dengan batas-batas perpindahan naik-turunnya permukaan melalui jalur tracking dan diukur berdasarkan ketinggian permukaan rata-rata air laut.
Saran
>>Pada pelaksanaan konstruksi (teknis lapangan) perlu dilakukaan pengukuran ulang karena tingkat kesalalahan GPS pada pembacaan ketinggian permukaan lahan (elevasi) masih kurang tepat akibat kesalahan (error) yang cukup tinggi.

PUSTAKA
1. Eddy Prahasta, (2008), “ Remote Sensing: Praktis Penginderaan Jauh & Pengolahan Citra Dijital Dengan perangkat Lunak Er Mapper”, Informatika Bandung.

2. Larry A. Wagnet, (2004), “Global Positioning System”, Kompas, 2 April.

3. Soni Darmawan, (2008), “Perkembangan Teknologi GeoInformasi di Indonesia: Global Positioning Sistem (GPS), Remote Sensing (RS) dan Sistem Informasi Geografis (SIG)”, Pusat Penginderaan Jauh, ITB.

4. S. Alhamlan, J. P. Mills , A. S. Walker , T. Saks, ” The Influence Of Ground Control Points In The Triangulation Of Leica Ads40 Data”, The International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, Vol. 34, Part XXX.

5. 7. S. K. Katiyar, Onkar Dikshit , Krishna Kumar, (2002), “GPS for geometric correction of remotely sensed imagery: possibilities after termination of SA”, Asian GPS Proceeding.

6. http://www.garmin.com

7. http://www.navigasi.com/forum

8. http://egsc.usgs.gov/nimamaps/

Oleh: centralmapinfo | Juli 20, 2012

GPS/GLOBAL POSITIONING SYSTEM

GPS/GLOBAL POSITIONING SYSTEM
Adalah sistem radio navigasi untuk penentuan posisi geografis menggunakan bantuan satelit dikembangkan sejak Tahun 1973 Oleh  Departemen Pertahanan AS (AU-US) sampai sekarang
 
Sistem ini terdiri dari 3 segmen utama :
1. Segmen angkasa/space segment (satelit)
2. Segmen kontrol/control segment (stasiun pengendali)
3. Segmen pemakai/user segment (alat/GPS)
 
Segmen angkasa/satelit
- terdiri dari 24 satelit
- menempati 6 orbit (bentuknya mendekati lingkaran)
- setiap orbit ditempati 4 satelit (diatur sedemikian rupa agar minimal selalu nampak 4 satelit
- orbit satelit berinklinasi 55° terhadap bidang ekuator
- ketinggian rata-rata dari permukaan bumi  20.200 km
- beratnya lebih dari 800 kg
- bergerak dengan kecepatan rata-rata 4 km/detik
- mempunyai periode 11 jam 58 menit (12 jam)
- gelombang sinyal GPS pada 2 frekuensi (l-band) yaitu l1 dan l2
- l1 berfrekuensi 1575,42 mhz dan  l2 berfrekuensi 1227,60 mhz
- l1 membawa 2 buah kode biner (P-code, Precise or Private code) dan code C/A (Clear Access or Coarse Aquisation)
- L2 hanya membawa kode C/A
- satelit GPS secara kontinyu memancarkan sinyal gelombang
 
Konstelasi Satelit
 
 
Segmen Kontrol
- Mengontrol masalah kesehatan, komponen dan menentukan orbit seluruh satelit 
- Terbagi di beberapa daerah, yaitu :
  1) P. Ascension (Samudera Atlantik Bagian Selatan)
  2) Diego Garcia (Samudera Hindia)
  3) Kwajalein (Samudera Pasifik Bagian Utara)
  4) Hawaii
  5) Colorado
 
Segmen pengguna
 - pertama kali digunakan untuk kepentingan militer (perang)
- selanjutnya dikembangkan untuk kepentingan yang lebih luas (iptek)
- dapat digunakan baik di darat, di laut maupun di udara
- tidak dibatasi oleh waktu dan tempat
 
Jenis/tipe GPS
1. Navigasi ——> 50 – 100 meter
2. Pemetaan —–> 1 -5 meter (deferensial dan dilengkapi peta)
3. Geodetik ——-> orde mm
 
Metode pembacaan
1. Statik (diam ditempat)
2. Kinematik (bergerak)
DOP = Delution of Precision/ Bilangan yang digunakan untuk merefleksikan kekuatan geometri dari konstelasi satelit. Semakin kecil bilangannya semakin bagus akurasinya
 
Prinsip kerja GPS interaksi dengan SIG
 
Keunggulan GPS
- Dapat memberikan informasi posisi geografis, kecepatan dan waktu secara tepat dan cepat
- dapat digunakan setiap saat
- tidak terpengaruh oleh cuaca
- tidak terpengaruh oleh topografi daerah
- dapat menentukan posisi pada lingkup yang luas
- mudah digunakan dan relatif murah
 
Penentuan tinggi dengan GPS (ellipsoid)
Penentuan tinggi dengan GPS
H = Tinggi orthometrik (geoid)
h = Tinggi ellipsoid
N = Tinggi undulasi geoid (MSL)
ε  = Defleksi vertikal (< 30 “)
 
CATATAN
- Rumus di atas adalah untuk pendekatan
- Cukup teliti untuk keperluan praktis
- Besarnya defleksi vertikal (ε ) umumnya tidak melebihi 30”
 
Penentuan Titik Persil Menggunakan GPS
 
Penentuan Titik Persil Menggunakan GPS
 
Penggunaan GPS untuk Tracking
 
 
Oleh: centralmapinfo | Juli 20, 2012

Hama dan Penyakit Kelapa Sawit

Pengendalian hama dan penyakit tanaman

A. Penyakit
1. Penyakit Akar (Blast disease)

Gejala serangan :

- Tanaman tumbuh abnormal dan lemah
– Daun tanaman berubah menjadi berwarna kuning

Penyebab :

Jamur (Rhizoctonia lamellifera dan Phytium sp.)

Cara pengendalian :

- Melakukan kegiatan persemaian dengan baik
– Mengatur pengairan agar tidak terjadi kekeringan di pertanaman

2. Penyakit Busuk Pangkal Batang (Basal stem rot/Ganoderma)

Gejala serangan:

- Daun berwarna hijau pucat
– Jamur yang terbentuk sedikit
– Daun tua menjadi layu dan patah
– Dari tempat yang terinfeksi keluar getah

Penyebab :

Jamur Ganoderma applanatum, Ganoderma lucidum, dan Ganoderma pseudofferum.

Cara pengendalian  dan pencegahan :

- Membongkar tanaman yang terserang dan selanjutnya dibakar
– Melakukan pembumbunan tanaman

3. Penyakit Busuk Batang Atas (Upper stem rot)

Gejala serangan:

- Warna daun yang terbawah berubah dan selanjutnya mati
– Batang yang berada sekitar 2 m di atas tanah membusuk
– Bagian yang busuk berwarna cokelat keabuan

Penyebab :

Jamur Fomex noxius.

Cara pengendalian :

- Melakukan pembongkaran tanaman yang terserang dan membuang bagian tanaman yang terserang
– Bekas luka selanjutnya ditutupi dengan obat penutup luka

4. Penyakit Busuk Kering Pangkal Batang  (Dry basal rot)

Gejala serangan :

Tandan buah membusuk dan pelepah daun bagian bawah patah.

Penyebab :

Jamur Ceratocytis paradoxa.

Cara pengendalian :

Membongkar tanaman yang terserang hebat dan selanjutnya dibakar.
5. Penyakit Busuk Kuncup (Spear rot)

Gejala serangan:

Jaringan pada kuncup (spear) membusuk dan berwarna kecokelatan.

Penyebab :

Belum diketahui dengan pasti.

Cara pengendalian : Memotong bagian kuncup yang terserang

6.Penyakit Busuk Titk Tumbuh (Bud rot)

Gejala serangan :

- Kuncup tanaman membusuk sehingga mudah dicabut
– Aroma kuncup yang terserang berbau busuk

Penyebab :

Bakteri Erwinia.

Cara pengendalian :

Belum ada cara efektif untuk memberantas penyakit ini.

7. Penyakit Garis Kuning (Patch yellow)

Gejala serangan:

Terdapat bercak daun berbentuk lonjong berwarna kuning dan di bagian tengahnya berwarna cokelat.

Penyebab :

Jamur Fusarium oxysporum

Cara pengendalian :

Melakukan inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.  Hal ini bertujuan agar serangan penyakit di persemaian dan pada tanaman muda dapat berkurang.

8. Penyakit Antraknosa (Anthracnose)

Gejala serangan :

- Terdapat bercak-bercak cokelat tua di ujung dan tepi daun
– Bercak-bercak dikelilingi warna kuning
– Bercak ini merupakan batas antara bagian daun yang sehat dan yang terserang

Penyebab :

Jamur Melanconium sp., Glomerella cingulata, dan Botryodiplodia palmarum.

Cara pengendalian :

- Melakukan pengaturan jarak tanam, penyiraman secara teratur dan pemupukan berimbang
– Tanah yang menggumpal di akar harus disertakan pada waktu pemindahan bibit dari persemaian ke pembibitan utama.

Pengaplikasian Captan 0,2% atau Cuman 0,1%.

9. Penyakit Tajuk (Crown disease)

Gejala serangan :

Helai daun bagian tengah pelepah berukuran kecil-kecil dan sobek.

Penyebab:

Sifat genetik yang diturunkan dari tanaman induk.

Cara pengendalian :

Melakukan seleksi terhadap tanaman induk yang bersifat karier penyakit ini.

10. Penyakit Busuk Tandan (Bunch rot)

Gejala serangan:

Terdapat miselium berwarna putih di antara buah masak atau pangkal pelepah daun.

Penyebab :

Jamur Marasmius palmivorus.

Cara pengendalian :

Melakukan kastrasi, penyerbukan buatan dan menjaga sanitasi kebun, terutama pada musim hujan.

Pengaplikasian difolatan 0,2 %.

B. Hama

1. Nematoda (Rhadinaphelenchus cocophilus)

Gejala serangan :

- Daun terserang menggulung dan tumbuh tegak
– Warna daun berubah menjadi kuning dan selanjutnya mengering.

Cara pengendalian:

- Pohon yang terserang dibongkar dan selanjutnya dibakar
– Tanaman dimatikan dengan racun natrium arsenit

2. Tungau (Oligonychus sp.)

Gejala serangan :

Daun yang terserang berubah warnanya menjadi berwarna perunggu mengkilat (bronz).

Cara pengendalian :

Pengaplikasian akasirida yang mengandung bahan aktif tetradifon 75,2 g/l.

3. Pimelephila ghesquierei

Gejala serangan :

Serangan menyebabkan lubang pada daun muda sehingga daun banyak yang patah.

Cara pengendalian :

- Serangan ringan dapat diatasi dengan memotong bagian yang terserang
– Pada serangan berat dilakukan penyemprotan parathion 0,02%.

4. Ulat api (Setora nitens, Darna trima dan Ploneta diducta)

Gejala serangan :

Daun yang terserang berlubang-lubang. Selanjutnya  daun hanya tersisa tulang daunnya saja.

Cara pengendalian :

Pengaplikasian insektisida berbahan aktif triazofos 242 g/l, karbaril 85 % dan klorpirifos 200 g/l.

5. Ulat kantong (Metisa plana, Mahasena corbetti dan Crematosphisa pendula)

Gejala serangan:

- Daun yang terserang menjadi rusak, berlubang dan tidak utuh lagi
– Selanjutnya daun menjadi kering dan berwarna abu-abu.

Cara pengendalian :

Pengaplikasian timah arsetat dengan dosis 2,5 kg/ha atau dengan insektisida berbahan aktif triklorfon 707 g/l, dengan dosis 1,5-2 kg/ha. 6.  Belalang Valanga nigricornis dan Gastrimargus marmoratus

Gejala serangan:

Terdapat bekas gigitan pada bagian tepi daun yang terserang.

Cara pengendalian :

Pengendalian dapat dilakukan dengan mendatangkan burung pemangsanya.

7. Kumbang Oryctes rhinoceros

Gejala serangan :

Daun muda yang belum membuka dan pada pangkal daun berlubang-lubang.

Cara pengendalian :

Menggunakan parasit kumbang, seperti jamur Metharrizium anisopliae dan virus Baculovirus oryctes.

Melepaskan predator kumbang, seperti tokek, ular dan burung.

8. Ngengat Tirathaba mundella (penggerek tandan buah)

Gejala serangan:

Terdapat lubang-lubang pada buah muda dan buah tua.

Cara pengendalian :

Pengaplikasian insektisida yang mengandung bahan aktif triklorfon 707 g/l atau andosulfan 350 g/l.

9. Tikus (Rattus tiomanicus dan Rattus sp.)

Gejala serangan:

- Pertumbuhan bibit dan tanaman muda tidak normal
– Buah yang terserang menunjukkan bekas gigitan.

Cara pengendalian :

Melakukan pengemposan pada sarangnya atau mendatangkan predator tikus, seperti kucing, ular dan burung hantu.

Oleh: centralmapinfo | Juli 15, 2012

Jual Bibit Sawit

Cental Map Info adalah tempat/sarana untuk berbagi pengalaman dan investasi terkhusus dibidang perkebunan.

menjual berbagai jenis bibit sawit dan jabon bersertifikat antara lain:

- bibit sucfindo

- bibit lonsum

- jabon putih

- dll

beli cambah sawit bergaransi / tidak tumbuh bisa di retur

Melayani pengukuran lahan buat perkebunan dan perumahan

- Pembuatan Peta lokasi

- untuk mengetahui luas lahan yang dimiliki.

- memiliki karyawan yang propesional dibidangnya dan memiliki fasilitas pendukung untuk melaksanaan pengukuran

Khusus wilayah Kalimantan Barat

hubungi : email : centralmapinfo@ymail.com

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.